didalam islam, wanita diibaratkan sebagai tiang
Negara. Bukan itu saja, beberapa istilah yang ada sekarang ini, seperti ibu
kota, ibu pertiwi, ibu jari, bahasa ibu dan lain-lain, menegaskan dan
memperkuat jati diri dan kemuliaan seorang wanita. wanita adalah pengemban
amanah pembangun generasi umat. apabila kaum perempuan dalam suatu negara
berakhlak baik, maka akan baik keadaan negaranya. Dan apabila perempuan dalam
suatu negara berakhlak buruk, maka akan buruk pula negara tersebut. Atau dengan
kata lain, meminjam istilah Napoleon Bonaparte, kemajuan perempuan adalah
ukuran kemajuan negeri.
Untuk menggambarkan istilah diatas, kita bisa
mengingat cerita tentang Cleopatra, yang menghianati suaminya, Julius cesar.
Karena akhlaknya yang buruk itu, maka hancurlah negri roma. Lalu, cerita
tentang riwayat berdirinya kerajaan Singasari, karena pesona Ken Dedes membuat
Ken Arok gelap mata merebut kekuasaan sehingga mengakhiri hidup kepala daerah
Tumapel (cikal bakal Singasari) Tunggul Ametung. Itulah gambaran cerita
kemajuan negri jika wanita berakhlak buruk.
Namun kita juga harus mengingat tentang ibunda kita
siti khotijah, wanita hebat yang rela menyerahkan hartanya kepada rasul demi
tegaknya islam. Kemudian, Inggit Garnasih, istri Presiden Sukarno. Keterlibatan
Bu Inggit dalam politik dan perjuangan kemerdekaan memang tidak secara
langsung. Tapi kecerdas Bu Inggit menyelundupkan buku – buku, Koran, dan bahan
bacaan untuk Bung Karno selama Bung Karno dipenjara itulah yang menjadi bahan
kerangka pidato pembelaan Bung Karno pada sidangnya di tahun 1930. Lalu,
gambaran tentang ustazah yoyoh yusro, bagaimana wanita ini membina anak-anaknya
sehingga bisa menjadi generasi quranik yang luar biasa. Banar-benar takk bisa dimungkiri bahwa perempuan
memiliki pengaruh yang signifikan dalam kehidupan, baik menyangkut kekuasaan, sistem
dalam kehidupan dan generasi umat.
Oleh karena peranannya yang
begitu penting, maka Islam sebagai dien yang sempurna telah menetapkan
rambu-rambu baik berupa hak dan kewajiban bagi wanita terkait dengan posisinya
sebagai anak, sebagai isteri dan sebagai ibu .
Sabda Rasulullah saw: “Seorang wanita adalah pengurus
rumah tangga suaminya dan anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggung
jawaban atas kepengurusannya” (HR.Muslim)
Islam juga mengatur peran publik wanita.
Seorang wanita adalah bagian dari masyarakat dan bertanggungjawab bersama kaum
laki-laki dalam mewujudkan masyarakat yang baik, yang mendapatkan ridho dari
Allah Swt yaitu masyarakat yang menerapkan syariat Islam yang akan menebarkan
rahmat bagi seluruh alam. Seorang muslimah berkewajiban untuk berdakwah,
menyeru kepada Islam, mengingatkan kepada kebajikan. Dia juga tidak boleh
menjadi sosok yang individualis dan egois, hanya mementingkan diri sendiri,
minim empati dan tidak mau melihat persoalan orang lain.
Rasanya jelas sudah bahwa peranan dan kedudukan
perempuan begitu penting dalam kehidupan manusia, sehingga muncul istilah,
’’Wanita adalah tiang negara’’ dan ’’Surga itu di bawah telapak kaki ibu’’.
Lantas perempuan seperti apa yang tinggi derajatnya? Menurut Rasulullah,
’’Dunia ini adalah harta, dan sebaik-baik harta benda adalah wanita yang
saleh.’’ (Hadis riwayat Muslim).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar